KASIH IBU
Pada suatu sore, seorang anak menghampiri ibunya yang sedang menyiapkan makan malam didapur, dan ia menyerahkan selembar kertas yang selesai ditulisnya.Setelah ibunya mengeringkan tangannya, ia membacanya dan inilah tulisan si anak :
Untuk memotong rumput : $ 5.00
Untuk membersihkan kamar minggu ini : $ 1.00
Untuk pergi ketoko menggantikan mama : $ 0.50
Untuk menjaga adik waktu mama belanja : $ 0.25
Untuk membuang sampah : $ 1.00
Untuk rapor yang bagus : $ 5.00
Untuk membersihkan dan menyapu halaman : $ 2.99
Jumlah utang : $ 14.75
Si Ibu memandang anaknya yang berdiri disitu dengan penuh harap, dan berbagai kenagan terlintas dalam pikiran ibu itu.Lalu kemudian, ia mengambil sebuah bolpen, membalikkan kertasnya, dan inilah yang dituliskannya:
* Untuk sembilan bulan ketika mama mengandung kamu selama kamu tumbuh dalam perut mama, Gratis.
* Untuk semua malam ketika mama menemani kamu, mengobati kamu, dan mendoakan kamu.Gratis.
* Untuk semua saat susah dan semua air mata yang kamu sebabkan selama ini, Gratis
* Untuk semua malam yang dipenuhi rasa takut dan untuk rasa cemas di waktu yang akan datang, Gratis
* Untuk mainan, makanan, baju, sepatu, dan juga menyeka hidungmu, Gratis.
Dan kalau kamu menjumlahkan semuanya, harga cinta sejati mama adalah Gratis. Ketika anak itu selesai membacaapa yang ditulis ibunya, air matanya berlinang, dan ia menatap wajah ibunya dan berkata, “Ma, aku sayang sekali pada Mama.” Kemudian ia mengambil bolpen dan menulis dengan huruf besar-besar, “LUNAS”.
Memang, kasih dan cinta seorang ibu dilambangkan sebagai cinta dan kasih yang tanpa pamrih, tak terbatas, dan agung. Dan memang sebagian besar cinta seorang ibu itu benar-benar mulia bagi keluarga terutama bagi anak-anaknya.Namun, ada satu cinta yang lebih dasyat dari itu! Bahkan ketika cinta seorang ibu gagal, cinta itu tak pernah gagal ! Cinta Tuhan bagi kita! Cinta itu lebih dasyat dan agung dan mulia jauh melebihi cinta seorang ibu kepada anak-anaknya.
Alkitab dengan jelas mencatat bahwa karena kasih Bapa begitu besar kepada dunia ini, sehingga mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, Yesus Kristus, bagi kita, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal (lihat Yoh.3:16). Karena cinta-Nya itulah, Bapa rela mengaruniakan Yesus Kristus untuk disalib dan mati, agar kita beroleh keselamatan dan anugerah-Nya.Bukan hanya itu, Tuhan juga berjanji akan selalu menyertai kita dengan kesetiaan-Nya.
Tuhan berkata, “Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari keluarganya? Sekalipun dia melupakannya, Aku tidak akan melupakan engkau. Lihat, aku telah melukiskan engkau di telapak tangan-Ku; tembo-tembokmu tetap diruang mata-Ku.” Yes.49:16:17).
Tuhan Yesus pun pernah mengungkapkan betapa besar kasih-Nya kepada kita, sahabat-sahabat-Nya,”Tidak ada kasih yang lebih besar daripada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya.: (Yoh.15:13)Ini kabar baik bagi And yang belum pernah mendengar tentang cinta seperti ini, Tuhan sangat mengasihi Anda! Dia rela memberikan Yesus Kristus untuk menebus gala kesalahan dan dosa kita. Dia tidak ingin ada seorang pun manusia yang binasa karena dosa, melainkan Tuhan ingin semua orang hidup di dalam anugerah-Nya!
Keselamatan yang berbalut kasih-Nya yang sempurna itu diberikan-Nya secara GRATIS! Cinta-Nya yang besar iru GRATIS! Anda tidak harus membayar apapun untuk keselamatan yangsudah dibayar LUNAS oleh Yesus Kristus, ketika Dia berada diatas kayu salib. Inilah penawaran-Nya : Anda pun dapat menikmati cinta-Nya ini !Buka hati Anda sekarang, katakan bahwa Anda membutuhkan kasih-Nya, dan Yesus akan menganugerahkan itu bagi anda. Anda akan melihat dan merasakan perubahan ajaib yang terjadi di dalam hidup Anda. Suka cita-Nya akan di limpahkan, dan Anda akan merasakan damai yang belum pernah Anda rasakan !Segera dapatkan anugerah ini! Jangan biarkan Yesus menunggu terlalu lama! Kesempatan terbatas!!
Rabu, 10 Oktober 2012
Selasa, 25 September 2012
Setia Dan Bijakana
Kesetiaan dan kebijaksanaan memungkinkan kita dapat dipercaya oleh Tuhan dan di angkat oleh Tuhan untuk mengelola suatu yang lebih besar dan kita dapat menjadi saluran berkat, kita di berkati untuk memberkati...., di angkat oleh tuannya atas orang-orangnya untuk memberikan mereka makanan pada waktunya...."
Dan ada dua syarat yang harus di miliki untuk manjadi hamba Tuhan yaitu..;
Kesetiaan kita dalam Tuhan dapat berupa banyak hal seperti beribah, berdoa , dan pelayanan kita kepadaTuhan. Tetapi banyak orang Kristen yang hidup setia dalam Tuhan, namun hidup separti dalam badai cobaab yang tak henti - hentinya melanda,oleh karena selain kesetiaan kita sebagai orang Kristen juga memerlukan kebijaksanaan.
2. Bijaksana
Persamaan orang bodoh dengan orang bijaksana adalah sama - sama mendengarkan firman Tuhan, tapi salah satu perbedaannya adalah dalam hal melaksanakan firman Tuhan. Masalahnya berapa banyak yang kita tahu, tapi seberapa banyakkah yang sudah kita lakukan...
orang yang kuat dalam menghadapi segala suatu badai dan cobaan adalah orang yang bijaksana, orang yang bijaksana adalahy orang yang melakukan prinsip firman Tuhan, seperti perumpamaan Tuhan Yesus tentang seorang yang bijaksana seperti membangun rumahnya di atas batu meski hujan, angin dan badai yang melanda rumah itu, rumahnya tetap kokoh berdiri karena dibangun dari sebuah batu. Rumah itu kokoh karena pondasinya dibangun diatas batu dan pondasi yang dimaksud Tuhan Yesus adalah pendengaran firman Tuhan , maka akan seperti orang bijak yang membangun rumahnya diatas batu bukan diatas pasir yang mudah roboh diterpa angin hujan yang melanda..
kita tidak dituntut untuk banyak tahu dan belajar, memang baik untuk banyak tahu dan belajar, tetapi itu tidak pernah membuat kita menjadi bijaksana, yang membuat kita bijaksana adalah dengan melakukan prinsip firman Tuhan.
Banyak orang Kristen yang memang setia pada Tuhan, namun tidak dibarengi dengan kebijaksanaan. Kedua hal ini tidak dapat dipisahkan sebagai syarat kita untuk menerima berkat dari Tuhan.
Mzm 90:20 "Ajarlah kami menghitung hari....supaya bijaksana"
Ada dua jenis umur yang sesuai dengan umurnya...:
Umur dunia dan Umur rohani, semakin orang bertumbuh dalam Tuhan, semakin dia bijaksana dan bisa memakan makanan yang keras (Ibr 5:12).
Salah satu barometer kedewasaan rohani orang Kristen adalah tidak mudah tersinggung ketika teguran, arahan ketika diberikan nasehat.
Orang Kristen yang berusia lebih muda secara jasmani terkadang lebih bijaksana dari pada orang yang telah berumur cukup tua darinya..
Ada banyak berkat untuk kita yang tertutup rapat karena ketidak setiaan dan kebijaksanaan kita..
Jika saja kita hidup setia dan bijaksana...
Tuhan Yesus Memberkati.
Senin, 24 September 2012
KISAH SEORANG BAPAK DENGAN PENYEMIR SEPATU
Pada suatu petang, ketika sang bapak ini pulang dari kantor tempat ia bekerja hal yang aneh terjadi, si anak ini menjemput bapak tersebut dan membawakan tasnya ke kedai tempatnya biasa minum kopi dan memesankan kopi tersebut buat si bapak itu. Setelah itu, si anak kemudian perlahan-lahan melepaskan sepatu bapak itu dan mulai menyemirnya. Sang bapak ini terheran-heran, “ Ada apa ya??” gumamnya dalam hati. Seperti biasanya setelah anak ini menyemir sepatu sang bapak kemudian mengambil uang dari sakunya dan hendak memberikannya buat anak tersebut. Sang bapak kemudian berkata kepada ank tersebut “ Ambillah, Nak!”. Namun si anak tersebut menolak dan berkata “ Tidak usah , Pak!”. Sang bapak ini sangat heran dan berkata lagi “ Kenapa Nak, apa pemberian bapak sangat kurang???”. Si anak kemudian tertunduk dan menangis kemudian berkata “ Pak, sejak kecil dan sejak saya berada di tempat itu tak seorang yang saya temui yang memanggil saya dengan kata Nak, Tak seorang pun Pak. Namun ketika saya bertemu dengan bapak dan memanggil saya nak. Hati saya sangat senang, saya seakan-akan memiliki kembali seorang bapak. Dan mulai sekarang apapun yang bapak inginkan apapun yang bapak perintahkan saya akan lakukan demi semuanya untuk bapak.
Seketika itu, hati sang bapak ini sangat terharu dan sedih mendengar kata-kata dari anak kecil itu. Sang bapak dengan suara lembutnya berkata “ Nak, lihat bapak sekarang??”. Si anak kemudian mengangkat kepalanya dan melihat kea rah bapak itu. Sang bapak kemuadian berkata “ Nak, kemarilah peluk bapak!”. Si anak kemudian berdiri dan memeluk bapak itu, setelah itu sang bapak berkata “ Nak, maukah kau pulang bersamaku dan menemui keluarga kecilku di rumah dan menjadi bagian dari keluargaku??. Dengan mata berkaca-kaca si anak ini mengangguk dan berkata dalam hati “Terima kasih Tuhan”.
Dari kisah ini, kita dapat merenungkan setiap hal yang Tuhan berikan buat kita. Alangkah indahnya suara Tuhan memanggil kita ketika kita dalam situasi yang sangat tertekan “ Nak, Kemarilah, hiduplah dan Aikutlah dengan ku!”, Meskipun dulu kita meninggalkan Dia, tapi yakinlah Tuhan tak pernah meninggalkanmu. ,Dalam mata Tuhan Dia kan selalu memandangmu sebagai anakNya, bagaimana pun kondisimu, bagaimanapun kehidupan masa lalumu Dia akan selalu menganggapmu anakNya. Sepanjang kita dengan sungguh-sungguh menerima dan mau mengikut Dia.
Tuhan Yesus memberkati kita.
Dalam sebuah keluarga kecil hidup seorang suami dan istrinya, meskipun mereka belum mempunyai keturunan, kehidupan mereka bahagia dan berkecukupan. Bapak ini seorang pegawai pada sebuah perusahaan yang cukup terkenal. Pada suatu hari sang bapak ini berangkat kerja, tempat dia bekerja cukup jauh dari rumah tempat tinggalnya. Dan harus menyeberangi sebuah sungai. Setibanya di sungai tempat ia menyeberang, ia berhenti sejenak di kedai kopi untuk melepas lelahnya. Tiba-tiba seorang anak kecil yang sangat kurus datang, “ Pak, bolehkah saya menyemir sepatu bapak?” kata anak tersebut. Sang bapak menjawab “ Silahkan, Nak!”. Si anak ini dengan tekunnya menyemir sepatu bapak itu sambil menyanyikan sebuah lagu untuk bapak tersebut. Setelah selesai menyemir sepatu sang bapak kemudian mengambil uang dari kantongnya dan memberikan uang itu kepada si anak tersebut. Sungguh ekspresi yang luar biasa ketika si anak menerima uang tersebut. Si anak kemudian mengucapkan terima kasih dan mencium tangan bapak itu dan berlari pergi meninggalkan bapak itu. Sang bapak kemudian meneteskan air mata melihat tingkah dari anak tersebut. Hal itu terus berlangsung tiap paginya.
Pada suatu petang, ketika sang bapak ini pulang dari kantor tempat ia bekerja hal yang aneh terjadi, si anak ini menjemput bapak tersebut dan membawakan tasnya ke kedai tempatnya biasa minum kopi dan memesankan kopi tersebut buat si bapak itu. Setelah itu, si anak kemudian perlahan-lahan melepaskan sepatu bapak itu dan mulai menyemirnya. Sang bapak ini terheran-heran, “ Ada apa ya??” gumamnya dalam hati. Seperti biasanya setelah anak ini menyemir sepatu sang bapak kemudian mengambil uang dari sakunya dan hendak memberikannya buat anak tersebut. Sang bapak kemudian berkata kepada ank tersebut “ Ambillah, Nak!”. Namun si anak tersebut menolak dan berkata “ Tidak usah , Pak!”. Sang bapak ini sangat heran dan berkata lagi “ Kenapa Nak, apa pemberian bapak sangat kurang???”. Si anak kemudian tertunduk dan menangis kemudian berkata “ Pak, sejak kecil dan sejak saya berada di tempat itu tak seorang yang saya temui yang memanggil saya dengan kata Nak, Tak seorang pun Pak. Namun ketika saya bertemu dengan bapak dan memanggil saya nak. Hati saya sangat senang, saya seakan-akan memiliki kembali seorang bapak. Dan mulai sekarang apapun yang bapak inginkan apapun yang bapak perintahkan saya akan lakukan demi semuanya untuk bapak.
Seketika itu, hati sang bapak ini sangat terharu dan sedih mendengar kata-kata dari anak kecil itu. Sang bapak dengan suara lembutnya berkata “ Nak, lihat bapak sekarang??”. Si anak kemudian mengangkat kepalanya dan melihat kea rah bapak itu. Sang bapak kemuadian berkata “ Nak, kemarilah peluk bapak!”. Si anak kemudian berdiri dan memeluk bapak itu, setelah itu sang bapak berkata “ Nak, maukah kau pulang bersamaku dan menemui keluarga kecilku di rumah dan menjadi bagian dari keluargaku??. Dengan mata berkaca-kaca si anak ini mengangguk dan berkata dalam hati “Terima kasih Tuhan”.
Dari kisah ini, kita dapat merenungkan setiap hal yang Tuhan berikan buat kita. Alangkah indahnya suara Tuhan memanggil kita ketika kita dalam situasi yang sangat tertekan “ Nak, Kemarilah, hiduplah dan Aikutlah dengan ku!”, Meskipun dulu kita meninggalkan Dia, tapi yakinlah Tuhan tak pernah meninggalkanmu. ,Dalam mata Tuhan Dia kan selalu memandangmu sebagai anakNya, bagaimana pun kondisimu, bagaimanapun kehidupan masa lalumu Dia akan selalu menganggapmu anakNya. Sepanjang kita dengan sungguh-sungguh menerima dan mau mengikut Dia.
Tuhan Yesus memberkati kita.
Langganan:
Postingan (Atom)


